Dari Keluarga Petani di Demak hingga Wakil Bupati Karawang, Menelisik Perjalanan H. Maslani



KARAWANG — Tiraifaktanews.my.id Di balik sosok H. Maslani, Wakil Bupati Karawang, terdapat perjalanan hidup yang panjang dan penuh warna. Lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 22 Juni 1978, H. Maslani tumbuh dari keluarga sederhana yang lekat dengan kehidupan masyarakat petani.

Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dirinya sebelum kemudian menapaki perjalanan sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia, pengusaha properti, politisi hingga dipercaya menjadi Wakil Bupati Karawang. Sejumlah profil mengenai perjalanan hidupnya juga menyebut bahwa Maslani berasal dari keluarga petani dan memulai karier dari bawah sebelum berkembang di dunia usaha dan politik.

Putra Tukimin bin Jumadi

Dalam perjalanan keluarganya, sosok Tukimin bin Jumadi merupakan bagian penting dalam kehidupan H. Maslani. Tukimin dikenal sebagai ayahanda H. Maslani, Wakil Bupati Karawang.

Tukimin bin Jumadi wafat pada Selasa, 6 Januari 2026. Kabar duka tersebut juga disampaikan oleh sejumlah institusi dan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang yang menyebut almarhum sebagai ayahanda Wakil Bupati Karawang.

Kepergian sang ayah tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga. Namun, nilai-nilai kehidupan yang diwariskan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang anak dalam menjalani kehidupan dan pengabdian.

Untuk identitas ibu kandung H. Maslani, informasi tersebut belum ditemukan secara luas dalam sumber berita maupun profil biografi publik yang dapat diverifikasi. Karena itu, identitas tersebut tidak dicantumkan untuk menghindari penyebaran informasi yang belum memiliki dasar sumber yang memadai.

Dari Demak, Menapaki Jalan Pengabdian

Lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Demak, H. Maslani kemudian merantau dan menempuh perjalanan hingga masuk ke institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Karier kepolisian menjadi salah satu fase penting dalam kehidupannya. Ia menjalani pengabdian dari bawah hingga kemudian mencapai pangkat Bripka sebelum memilih pensiun dini pada 2023. Profil media mengenai perjalanan kariernya mencatat bahwa ia pernah bertugas di wilayah Jakarta dan menjadi bagian dari Kesatuan Lalu Lintas.

Pengalaman sebagai anggota kepolisian membentuk dirinya dalam lingkungan yang menuntut disiplin, tanggung jawab, ketegasan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

Namun, setelah bertahun-tahun menjalani pengabdian di kepolisian, H. Maslani memilih mengakhiri masa dinasnya lebih awal dan membuka lembaran baru dalam kehidupan.

Dari Polisi Menjadi Pengusaha Properti

Selepas dari kepolisian, H. Maslani semakin serius menekuni dunia usaha.

Perjalanan bisnisnya dimulai dari usaha yang relatif sederhana sebagai pemasok batu bata. Usaha tersebut kemudian berkembang hingga dirinya masuk ke sektor properti dan pengembangan perumahan.

Pengalaman sebagai pengusaha kemudian memperluas jaringan dan mempertemukannya dengan berbagai lapisan masyarakat.

Bagi H. Maslani, dunia usaha bukan hanya tentang keuntungan. Dalam sejumlah pemberitaan sebelum Pilkada Karawang 2024, ia juga menyampaikan perhatian terhadap masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, petani dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Dari Dunia Usaha ke Panggung Politik

Perjalanan H. Maslani kemudian memasuki babak baru ketika dirinya terjun ke dunia politik.

Pada 2024, ia maju dalam kontestasi Pilkada Karawang sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Aep Syaepuloh. Pasangan tersebut kemudian memenangkan Pilkada Karawang dan H. Maslani dilantik sebagai Wakil Bupati Karawang pada 20 Februari 2025.

Kini, pengalaman sebagai anak keluarga petani, mantan anggota kepolisian, pengusaha properti dan politisi bertemu dalam satu ruang pengabdian: Pemerintah Kabupaten Karawang.

Tetap Humanis di Tengah Kekuasaan

Di tengah jabatan yang kini diembannya, H. Maslani dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati dan humanis.

Karakter tersebut menjadi sisi lain dari perjalanan hidupnya. Dari keluarga sederhana di Demak, merantau, menjadi anggota kepolisian, membangun usaha hingga akhirnya berada di pemerintahan, setiap fase memberikan pengalaman yang berbeda.

Kini, tantangan H. Maslani jauh lebih besar.

Sebagai Wakil Bupati Karawang, ia harus ikut menjawab berbagai persoalan daerah, mulai dari pelayanan publik, lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, investasi hingga keberlangsungan sektor pertanian.

Karawang merupakan daerah dengan pertumbuhan industri yang sangat pesat. Namun di balik pertumbuhan tersebut, masyarakat tetap menaruh harapan agar pembangunan mampu memberikan manfaat yang merata.

Di sinilah perjalanan hidup H. Maslani akan kembali diuji.

Bukan Sekadar Jabatan

Perjalanan H. Maslani dari keluarga sederhana di Demak, putra Tukimin bin Jumadi, kemudian menjadi anggota kepolisian, pengusaha properti, politisi hingga akhirnya menduduki posisi Wakil Bupati Karawang, merupakan perjalanan yang panjang.

Namun, jabatan bukanlah garis akhir.

Justru setelah berada di kursi pemerintahan, tuntutan masyarakat semakin besar. Rekam perjalanan hidup dan pengalaman yang dimilikinya kini ditunggu untuk diterjemahkan menjadi kerja nyata dan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat Karawang.

Sebab pada akhirnya, seorang pejabat publik tidak hanya dinilai dari jabatan yang berhasil diraih.

Ia akan dikenang dari pengabdian, keputusan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dan bagi H. Maslani, perjalanan panjang dari keluarga petani di Demak hingga menjadi Wakil Bupati Karawang kini memasuki babak paling penting: membuktikan bahwa amanah kekuasaan dapat diterjemahkan menjadi pengabdian yang nyata.

(Lenie Tanjung)