KARAWANG — Tiraifaktanews.my.id Sebanyak 1.517 lulusan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) resmi mengikuti Wisuda Periode Agustus 2026 yang digelar selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, di Aula Syekh Quro UNSIKA.
Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk mengakhiri perjalanan akademik sekaligus membuka babak baru menuju dunia kerja, profesional, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pada prosesi hari pertama, Selasa (11/8/2026), sebanyak 772 lulusan mengikuti wisuda. Mereka berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer.
Sementara pada Rabu (12/8/2026), sebanyak 745 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ilmu Kesehatan mengikuti prosesi wisuda.
Dari jumlah tersebut, 1.467 merupakan lulusan program Sarjana, 20 lulusan Diploma, dan 30 lulusan Magister.
FISIP Sumbang Lulusan Terbanyak
Jika dilihat berdasarkan fakultas, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi salah satu penyumbang lulusan terbesar dengan 252 orang.
Disusul Fakultas Teknik sebanyak 234 lulusan, Fakultas Agama Islam 229 lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 207 lulusan, Fakultas Ilmu Komputer 155 lulusan, Fakultas Hukum 154 lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 127 lulusan, Fakultas Ilmu Kesehatan 121 lulusan, serta Fakultas Pertanian sebanyak 38 lulusan.
IPK Tinggi Warnai Wisuda UNSIKA
Wisuda kali ini juga diwarnai capaian akademik membanggakan dari sejumlah lulusan yang berhasil meraih IPK tinggi.
Di antaranya Firda Zahrah, S.H., lulusan Sarjana Ilmu Hukum dengan IPK 3,99. Kemudian Nia Amelia Kartika, S.Ak., Sarjana Akuntansi dengan IPK 3,98, serta Dzikri Maulana, S.Kom., Sarjana Informatika dengan IPK 3,98.
Selain itu, terdapat Raisa Siti Aminah, S.I.P., Sarjana Ilmu Pemerintahan dengan IPK 3,97; Nelly Rahmawati Ningsih, M.Pd., Magister Administrasi Pendidikan dengan IPK 3,95; Mery Ardiyani, S.Pd., Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,95; serta Naufal Rabbani Sumitra, S.T., Sarjana Teknik Industri dengan IPK 3,95.
Sejumlah lulusan lainnya juga mencatat IPK di atas 3,90, menjadi bukti capaian akademik sekaligus kerja keras selama menempuh pendidikan di UNSIKA.
Rektor: Jangan Berhenti pada Gelar
Rektor UNSIKA Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari gelar yang diperoleh.
Ilmu dan pengalaman yang didapat selama berada di lingkungan kampus, kata Rektor, harus mampu diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Untuk itu, Rektor menitipkan tujuh pesan kepada para lulusan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyandang gelar akademik.
Ketujuh pesan tersebut adalah bertaqwa, birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, banyak berdoa, bersedekah, memperluas ilmu, disiplin, dan menikmati proses.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan para lulusan setelah wisuda justru menghadirkan tantangan yang lebih besar.
UNSIKA Perkuat Kualitas Perguruan Tinggi
Di tengah pertumbuhan jumlah mahasiswa, UNSIKA terus melakukan penguatan kualitas akademik dan sumber daya manusia.
Saat ini UNSIKA memiliki 9 fakultas dan 41 program studi, yang terdiri atas tiga program Diploma Tiga, 30 program Sarjana, satu program profesi, dan tujuh program Magister.
Dari sisi tenaga pendidik, UNSIKA memiliki lima Guru Besar, 35 Lektor Kepala, 358 Lektor, 143 Asisten Ahli, dan 104 tenaga pengajar.
UNSIKA juga memiliki 181 dosen berkualifikasi Doktor dan 465 dosen berkualifikasi Magister.
Bahkan, sebanyak 93 dosen saat ini tengah menempuh pendidikan Doktor, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam bidang akreditasi, lima program studi telah memperoleh akreditasi unggul, sementara 24 program studi menjalani proses akreditasi internasional ACQUIN.
UNSIKA juga mempersiapkan pengajuan akreditasi internasional bagi 19 program studi dalam rumpun sosial dan humaniora.
35.570 Pendaftar, 4.023 Mahasiswa Baru Diterima
Pertumbuhan UNSIKA juga terlihat dari tingginya animo calon mahasiswa.
Melalui enam jalur penerimaan, yakni SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, seleksi mandiri berbasis prestasi, dan SMMPTN Barat, UNSIKA menerima 4.023 mahasiswa baru dari 35.570 pendaftar.
Tingginya jumlah pendaftar tersebut turut mendorong universitas memperkuat fasilitas pendidikan.
Pengembangan dilakukan di Kampus I dan Kampus II, mulai dari peningkatan akses jalan, fasilitas pejalan kaki, lahan parkir, kantin, fasilitas olahraga, hingga pembangunan gedung perkuliahan dan student center.
Kerja Sama Internasional Terus Diperluas
UNSIKA juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, dunia industri, lembaga pemerintah, serta mitra internasional.
Jejaring kerja sama telah menjangkau berbagai negara, antara lain Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Portugal, Belanda, Spanyol, Australia, hingga Brasil.
Kerja sama dengan Daito Construction Jepang juga dikembangkan melalui program pelatihan mahasiswa, magang, hingga peluang penyaluran tenaga kerja bagi alumni.
1.517 Lulusan, Tantangan Baru Menanti
Wisuda Periode Agustus 2026 pada akhirnya bukan sekadar seremoni untuk mengenakan toga dan menerima ijazah.
Bagi 1.517 lulusan UNSIKA, momentum tersebut merupakan awal untuk membuktikan sejauh mana ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Persaingan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan perubahan kebutuhan industri menuntut para lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Karena itu, pesan Rektor UNSIKA agar lulusan terus memperluas ilmu, disiplin, menjaga hubungan dengan orang tua, memperbanyak doa, bersedekah, serta menikmati setiap proses menjadi bekal penting untuk menghadapi fase kehidupan berikutnya.
Wisuda bukan garis akhir. Bagi 1.517 lulusan UNSIKA, ini adalah garis start menuju pengabdian, profesionalisme, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, Karawang, Jawa Barat, dan Indonesia.
(Lenie Tanjung)