Merawat Tradisi Lewat Seni: Kantor Desa Mulyasari Hadirkan Mural Sarat Makna Sambut HUT ke-81 RI




KARAWANG – Tiraifaktanews.my.id  Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Mulyasari, Kabupaten Karawang, melakukan berbagai pembenahan lingkungan kantor desa. 

Selain pengecatan ulang gedung agar tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman, terdapat sentuhan seni budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Perhatian pengunjung langsung tertuju pada sebuah mural berukuran besar yang menghiasi area halaman parkir Kantor Desa Mulyasari. 

Karya seni tersebut menampilkan panorama Gunung Wayang dengan tulisan "King Desa", serta dihiasi pesan filosofi berbahasa Sunda buhun, "Ulah Kasilih Ku Kunti".

Kalimat tersebut memiliki makna mendalam, yakni mengajak masyarakat agar tidak membiarkan budaya lokal tergeser oleh budaya asing maupun pengaruh luar yang dapat mengikis jati diri bangsa.

Pesan itu menjadi pengingat penting bahwa kemajuan zaman harus tetap diimbangi dengan pelestarian nilai-nilai budaya leluhur.

Pelukis mural mengungkapkan bahwa konsep karya tersebut merupakan hasil gagasan dan arahan langsung dari Kepala Desa Mulyasari, H. Margono, S.H. Menurutnya, mural sengaja dibuat bukan sekadar sebagai penghias dinding, melainkan sebagai media edukasi yang mampu menyampaikan pesan kebudayaan kepada masyarakat.

Kepala Desa Mulyasari, H. Margono, S.H., mengatakan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan memasang atribut merah putih atau mempercantik lingkungan desa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Melalui mural ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap mencintai dan menjaga warisan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mampu mempertahankan jati diri di tengah derasnya perkembangan zaman," ujarnya.

Selain mempercantik tampilan kantor desa, keberadaan mural tersebut diharapkan menjadi ikon baru Desa Mulyasari sekaligus sarana edukasi budaya bagi warga maupun tamu yang berkunjung.

Inisiatif Pemerintah Desa Mulyasari ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memadukan unsur estetika, pendidikan, dan pelestarian budaya dalam satu karya seni yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Dengan mengusung semangat HUT ke-81 Republik Indonesia, Desa Mulyasari menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan karakter, identitas budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal agar tetap lestari dari generasi ke generasi

(Lenie Tanjung)