Dedi Mulyadi: Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Indonesia Dibangun di Karawang, Dorong Industri Hijau dan Tekan Biaya Infrastruktur



Karawang – Tiraifaktanews.my.id Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan pabrik manufaktur alat berat bertenaga listrik (electric heavy equipment) pertama di Indonesia di Kabupaten Karawang menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri nasional sekaligus menekan biaya pembangunan infrastruktur di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas produksi PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Selasa (22/7/2026).

Menurut Dedi, selama ini kebutuhan alat berat nasional masih banyak bergantung pada produk impor. Dengan hadirnya pabrik di dalam negeri, harga alat berat diharapkan menjadi lebih kompetitif sehingga mampu menekan biaya pembangunan berbagai proyek infrastruktur.

"Alat berat merupakan kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan produk impor. Kami juga berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan produknya langsung kepada konsumen tanpa rantai perantara yang panjang, sehingga harga menjadi lebih terjangkau," ujar Dedi dalam keterangannya di Bandung, Rabu (29/7/2026).

Siapkan Tenaga Kerja Lokal
Selain mendorong investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menaruh perhatian besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Dedi menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov Jabar agar segera menjalin kerja sama dengan SMA dan SMK, khususnya siswa kelas XII, melalui program pelatihan vokasi.

Program tersebut dirancang berlangsung selama enam hingga dua belas bulan sehingga lulusan sekolah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar segera mengidentifikasi siswa SMA maupun SMK kelas XII untuk diberikan pelatihan vokasi intensif. Harapannya, setelah lulus mereka telah memiliki keterampilan dan siap langsung bekerja di industri," katanya.

Dorong Kesejahteraan dan Wirausaha
Dedi meyakini kehadiran industri manufaktur hijau ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi daerah, hingga kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki pekerjaan tetap akan memperoleh kepastian pendapatan sehingga roda perekonomian dapat berputar lebih baik. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kewirausahaan.

"Peningkatan IPM akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus dibangun semangat entrepreneurship-nya agar tidak hanya menjadi pekerja, melainkan mampu tumbuh menjadi pelaku usaha," jelasnya.

Kapasitas Produksi 5.000 Unit per Tahun
Pabrik PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) yang dibangun di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park merupakan pabrik manufaktur alat berat listrik pertama di Indonesia.

Pada tahap awal, fasilitas ini akan memproduksi ekskavator dan wheel loader ramah lingkungan dengan kapasitas mencapai 5.000 unit per tahun. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027 guna memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung transformasi industri alat berat menuju teknologi rendah emisi.

Pembangunan pabrik dilakukan dalam tiga tahap. Fase pertama difokuskan pada proses perakitan unit ekskavator dan wheel loader listrik, sedangkan tahap berikutnya akan memperluas kapasitas produksi dan pengembangan teknologi.

Komitmen Jabar Jaga Iklim Investasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan, kepastian hukum, dan kelancaran investasi bagi seluruh investor yang menanamkan modal di wilayah Jawa Barat.

Dengan hadirnya pabrik alat berat listrik pertama di Indonesia ini, Karawang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri nasional sekaligus menjadi motor penggerak pengembangan industri hijau yang berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.

(Lenie Tanjung)