17 Juli 2026, 15:20 WIB
Ilustraasi bantuan air bersih BPBD.
KARAWANG _ Tiraifaktanews.my.id Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 5.494 warga atau 1.836 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Bencana tersebut terjadi di empat desa yang tersebar di dua kecamatan, yakni Tegalwaru dan Ciampel.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Karawang telah menyalurkan sebanyak 117.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.
Distribusi ini dilakukan secara bertahap guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Apa saja wilayah yang terdampak kekeringan?
Berdasarkan data BPBD Karawang, kekeringan melanda beberapa desa yang mengalami penurunan debit sumber air secara signifikan.
Wilayah Terdampak Meliputi:
•Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru
•Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel
•Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel
•Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel.
Di Kecamatan Tegalwaru, distribusi air bersih telah dilakukan berulang kali ke sejumlah kampung, antara lain:
Kampung Naringgul
Kampung Jungkur
Kampung Cinaga
Kampung Kopi
Kampung Palasari.
Sementara di Kecamatan Ciampel, bantuan difokuskan pada titik-titik permukiman yang mengalami penurunan debit air sumur warga.
Mengapa kekeringan terjadi di wilayah tersebut?
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, menjelaskan bahwa musim kemarau yang mulai berlangsung menjadi faktor utama penyebab kekeringan.
Menyusutnya sumber air seperti sumur dan mata air membuat masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
"Selama masih ada permintaan dari masyarakat dan kondisi sumber air belum pulih, kami akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan," kata Ferry Muharam, Jumat (17/7/2026)
BPBD Karawang melakukan distribusi air bersih secara bertahap dengan mengacu pada laporan dari pemerintah desa serta hasil pemantauan petugas di lapangan.
Distribusi sebanyak 117.000 liter air bersih menjadi upaya awal untuk meredam dampak kekeringan, namun bantuan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air.
"Masyarakat kami imbau menggunakan air secara bijak dan segera melapor kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.
(Lenie. Tj)