KARAWANG – Tiraifaktanews.my.id Bagi sebagian orang, perjalanan pulang pada malam hari mungkin menjadi hal biasa. Namun bagi seorang pekerja perempuan yang baru selesai menjalani aktivitasnya di kawasan industri, perjalanan seorang diri hingga dini hari tentu membutuhkan rasa aman dan ketenangan.
Hal itu dialami Arum, seorang karyawan pabrik di kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC), Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Sekitar pukul 01.45 WIB, Arum melintas di sekitar kawasan Alun-Alun Karawang dalam perjalanan menuju rumahnya di wilayah Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari. Saat itu, ia melihat aktivitas patroli dan penertiban Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang tengah dilakukan personel kepolisian.
Di tengah suasana dini hari dan kondisi sekitar yang masih cukup ramai, Arum merasa kurang nyaman untuk melanjutkan perjalanan seorang diri. Ia kemudian memberanikan diri meminta bantuan kepada petugas kepolisian yang berada di lokasi.
Permintaan sederhana itu mendapat respons cepat.
Personel Pleton Siaga Polresta Karawang kemudian memberikan pengawalan kepada Arum menggunakan kendaraan dinas hingga dirinya tiba dengan selamat di kediamannya.
Sesampainya di rumah, petugas memastikan Arum benar-benar dalam kondisi aman sebelum kembali melanjutkan tugas patroli.
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang IPDA Cep Wildan membenarkan adanya pelayanan pengawalan tersebut.
Menurutnya, respons cepat personel di lapangan merupakan bagian dari implementasi program GAZZ Karawang (Gerak Cepat, Hadir Tepat), yang salah satunya diwujudkan melalui kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Setelah menerima permintaan bantuan, personel piket siaga kemudian mengawal yang bersangkutan menggunakan kendaraan dinas hingga tiba di kediamannya di wilayah Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang. Setelah dipastikan tiba dengan aman, petugas kemudian kembali melaksanakan tugas,” ujar Cep Wildan, Sabtu (8/8/2026).
Ia menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran hukum. Lebih dari itu, polisi juga dituntut mampu memberikan rasa aman dan membantu masyarakat ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.
“Prinsipnya, ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan personel berada di lokasi, kami akan berupaya memberikan pelayanan sesuai situasi dan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Bukan Sekadar Mengawal, Tetapi Memberikan Rasa Aman
Bagi Arum, pengawalan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bantuan itu memiliki arti tersendiri, terutama karena ia harus menempuh perjalanan pulang seorang diri setelah bekerja hingga dini hari.
Arum pun menyampaikan apresiasi kepada personel kepolisian yang telah membantu mengantarkannya hingga sampai ke rumah.
Ia mengaku merasa jauh lebih tenang setelah mendapat pendampingan petugas.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian terkadang hadir melalui tindakan sederhana: merespons permintaan masyarakat, menemani perjalanan yang dirasa tidak aman, dan memastikan seorang warga dapat kembali berkumpul bersama keluarganya dalam keadaan selamat.
Di sisi lain, Polresta Karawang mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja yang beraktivitas hingga larut malam, untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Masyarakat juga tidak perlu ragu meminta bantuan kepada petugas kepolisian apabila berada dalam situasi yang membuat mereka merasa tidak aman atau membutuhkan pendampingan.
Sebab, di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga larut malam, kehadiran seorang petugas di jalan bukan hanya soal menjaga ketertiban.
Terkadang, sebuah pengawalan sederhana bisa menjadi alasan seseorang merasa lebih aman untuk sampai ke rumah dan kembali bertemu keluarganya.
(Lenie Tanjung)