KARAWANG – Tiraifaktanews.my.id Polresta Karawang mendorong para pelajar di wilayah Kabupaten Karawang untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto dalam kegiatan Kapolresta Cup 2026 di Karawang, Sabtu.
Kapolresta menegaskan bahwa kesadaran untuk tertib berlalu lintas perlu ditanamkan sejak usia dini. Karena itu, edukasi dan kampanye keselamatan lalu lintas dinilai penting untuk menyasar kalangan pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Keselamatan Lalu Lintas Tanggung Jawab Bersama
Menurut Kombes Pol Mario, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan.
Setiap pengendara maupun pengguna jalan diharapkan mampu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Kami mengajak agar para pelajar menjadi agen perubahan dalam mengampanyekan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Mario Prahatinto.
Ia mengatakan, budaya tertib berlalu lintas yang dibangun sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif hingga para pelajar dewasa dan menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab.
Selain itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga dinilai dapat membantu menekan potensi kecelakaan di wilayah Karawang.
410 Kecelakaan dalam Enam Bulan
Kapolresta Karawang mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Karawang masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data Satlantas Polresta Karawang, selama enam bulan terakhir tercatat 410 kejadian kecelakaan lalu lintas.
Dari jumlah tersebut, 48 orang meninggal dunia, 88 orang mengalami luka berat, sementara 505 orang lainnya mengalami luka ringan.
Data tersebut menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Kapolresta berharap para pelajar tidak hanya menjadi sasaran sosialisasi, tetapi juga mampu berperan sebagai pelopor yang mengingatkan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitarnya untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.
“Dengan tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas di jalan, kita bersama-sama dapat mengurangi risiko kecelakaan,” pungkasnya.
(Lenie Tanjung)