Kemacetan Parah di Jalan R. Jaja Abdullah Anjun Karawang Dikeluhkan Warga, Bangunan Liar dan Parkir Sembarangan Disorot


KARAWANG — Tiraifaktanews.my.id Kemacetan parah dikeluhkan sejumlah warga yang setiap hari melintasi Jalan R. Jaja Abdullah, Anjun, Karawang. Kepadatan kendaraan terutama terjadi pada jam-jam sibuk, baik pagi maupun sore hari, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama.

Kondisi tersebut dinilai bukan lagi persoalan sesaat. Warga menyebut kepadatan kendaraan kerap terjadi ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat. Pada pagi hari, arus lalu lintas dipadati kendaraan warga yang hendak menuju tempat kerja, sekolah, maupun pusat aktivitas lainnya. Sementara pada sore hari, antrean kembali terjadi bersamaan dengan meningkatnya volume kendaraan saat jam pulang kerja dan sekolah.

Antrean kendaraan yang mengular semakin parah karena adanya bangunan yang disebut warga memakan sebagian ruang jalan, ditambah kendaraan yang berhenti atau parkir di badan jalan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang maupun melakukan aktivitas lainnya.

Akibatnya, kendaraan harus bergerak dengan kecepatan rendah. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi meningkatkan waktu perjalanan serta konsumsi bahan bakar.

Bagi masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut setiap hari, persoalan kemacetan dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas mereka.

“Kalau jam sibuk, kendaraan sangat padat. Harapannya ada solusi supaya arus lalu lintas bisa lebih lancar dan warga tidak setiap hari terjebak kemacetan,” ungkap salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurut warga, pengaturan lalu lintas pada jam-jam sibuk dapat menjadi salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan. Kehadiran petugas di sejumlah titik yang mengalami kepadatan diharapkan dapat membantu mengatur pergerakan kendaraan sekaligus mencegah penumpukan.

Selain pengaturan lalu lintas, warga juga meminta adanya penertiban terhadap bangunan yang menggunakan atau mempersempit ruang jalan serta kendaraan yang berhenti dan parkir sembarangan di badan jalan.

Warga menilai, penanganan kemacetan akan sulit maksimal apabila faktor penyempitan ruang lalu lintas dan kendaraan yang berhenti sembarangan tidak ikut ditangani.

“Sebanyak apa pun petugas yang dikerahkan, kalau bangunan yang mempersempit jalan dan kendaraan yang berhenti di bahu atau badan jalan tidak ditertibkan, kemacetan akan tetap terjadi,” keluh warga.

Warga juga mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak terkait di lingkungan PUPR, termasuk Kabid PUPR yang disebut bernama Pak Andre dan Pak Tri. Namun, warga mengaku hingga kini keluhan tersebut belum mendapatkan penanganan yang mereka harapkan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah tidak mengabaikan keluhan pengguna jalan. Mereka meminta adanya pengecekan langsung ke lapangan, evaluasi penyebab kemacetan, serta langkah penanganan yang nyata dan berkelanjutan.

Kelancaran lalu lintas dinilai penting mengingat Jalan R. Jaja Abdullah merupakan salah satu ruas yang digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Warga berharap penanganan dilakukan secara cepat dan serius, sehingga Jalan R. Jaja Abdullah Anjun tidak terus-menerus menjadi titik kemacetan yang mengganggu mobilitas masyarakat Karawang.

Di sisi lain, pihak terkait perlu memberikan klarifikasi mengenai kondisi jalan, keberadaan bangunan yang disebut mempersempit ruang lalu lintas, serta tindak lanjut atas laporan masyarakat agar persoalan tersebut dapat diketahui secara objektif.

(Lenie Tanjung)