KARAWANG — Tiraifaktanews.my.id Upaya seorang pria bernama Ayen (44) menyelamatkan istrinya justru berujung petaka. Ayen dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus saluran irigasi di Dusun Rawagabus, Desa Tunggakjati, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026) pagi.
Peristiwa tersebut bermula ketika istri Ayen diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menceburkan diri ke saluran irigasi. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha memberikan pertolongan hingga sang istri berhasil diselamatkan.
Namun, saat berupaya menolong istrinya, Ayen diduga mengalami kelelahan. Derasnya arus membuat tubuhnya terseret aliran air hingga akhirnya menghilang dan belum ditemukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Informasi awal disampaikan oleh ketua RT setempat.
Petugas BPBD Karawang, Kaming, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Pagi sekitar pukul 08.00 kita terima telepon dari Ketua RT bahwa ada percobaan bunuh diri. Setelah hasil asesmen, itu ternyata betul. Yang mencoba bunuh diri terselamatkan berkat bantuan warga yang berada di sekitar TKP,” ujar Kaming, Jumat.
Menurut Kaming, Ayen awalnya datang untuk menolong istrinya yang lebih dahulu masuk ke saluran irigasi. Namun, kondisi arus yang cukup deras membuat upaya pertolongan tersebut berubah menjadi musibah.
“Sementara untuk suaminya yang awal niat nolong, ternyata diduga kelelahan terbawa arus. Sampai sekarang belum ditemukan,” katanya.
Dari informasi sementara yang diterima petugas, dugaan percobaan bunuh diri tersebut berkaitan dengan persoalan keluarga. Sebelum kejadian, pasangan suami istri tersebut disebut sempat terlibat cekcok.
“Ada permasalahan keluarga informasi yang kita dapat mah. Sempat cekcok juga,” ungkap Kaming.
Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Mendapat laporan adanya korban hilang terbawa arus, BPBD Karawang langsung mengerahkan enam personel ke lokasi kejadian.
Dalam proses pencarian, petugas BPBD dibantu sejumlah relawan potensi SAR. Satu unit perahu juga dikerahkan untuk menyisir aliran irigasi dan mencari keberadaan Ayen.
“Untuk saat ini tim kami enam orang dibantu teman-teman relawan potensi SAR yang lain. Untuk sementara tim Basarnas saat ini sedang meluncur ke TKP,” tutur Kaming.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban. Kondisi arus menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.
Hingga berita ini diterbitkan, Ayen masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sepanjang aliran irigasi dengan harapan korban segera ditemukan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan upaya pertolongan secara spontan di aliran air berarus deras tanpa memperhatikan keselamatan diri dan segera menghubungi petugas penyelamat apabila terjadi keadaan darurat.
(Lenie Tanjung)