Pejabat Pemkab Purwakarta Tewas Misterius, Ada 3 Luka Tusuk

Senin, 15 Jun 2026 19:33 WIB
Jenazah YS saat diturunkan dari mobil ambulans di Purwakarta


Purwakarta - Tiraifaktanews.my.id YS, seorang Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta pada Minggu (14/06/2026). Sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya usai pulang menghadiri wisuda anaknya di salah satu hotel di Purwakarta. Saat istri dan anaknya pulang sekitar pukul 19.30 WIB, kondisi rumah terkunci dan gelap.

"Istri korban sempat menggedor pintu depan dan memeriksa bagian belakang rumah, namun seluruh akses masih terkunci dari dalam, istrinya tahu ada akses jendela yang bisa dibuka jadi ia masuk ke dalam rumah melalui jendela tersebut," ujar Made ditemui di ruang kerjanya di Mapolres Purwakarta, Senin (15/06/2026) sore.


Saat menuju kamar, ia menemukan ceceran darah di depan pintu. Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kematian korban, di antaranya sebuah tangga, dua potong kabel yang telah terputus, serta sebuah ikat pinggang.

Made mengatakan, barang-barang tersebut ditemukan di sekitar kamar korban dan diduga sempat digunakan dalam upaya gantung diri. Namun polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

"Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana," katanya.

Masih katanya Made, polisi tidak menemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga di lokasi kejadian. Dompet, uang tunai, telepon genggam, dan identitas korban masih berada di tempat.

"Hingga saat ini kami belum menemukan indikasi perampokan maupun tanda-tanda perkelahian di dalam rumah," ungkap Made.

Meski demikian, hasil visum sementara menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban, korban mengalami tiga luka tusukan di bagian leher serta satu luka robek pada bagian dada atau ulu hati. Selain itu ditemukan pula bekas jeratan pada leher, memar di lutut dan pergelangan kaki.

"Hasil visum luar menunjukkan ada tiga luka tusuk di leher, satu luka robek di bagian ulu hati, bekas jeratan di leher, serta beberapa memar pada lutut dan pergelangan kaki korban," bebernya.

Polisi juga telah mengamankan sebilah pisau dapur berwarna kuning dengan panjang sekitar 10 hingga 15 sentimeter yang ditemukan di lokasi. Saat ini penyidik masih mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam korban guna mengungkap motif maupun kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Pihaknya belum bisa memeriksa istri korban karena kondisi yang masih syok akibat kejadian ini, istri korban merupakan saksi kunci kejadian ini.

"Hari ini kami sudah melakukan autopsi. Hasilnya masih menunggu dari tim kedokteran forensik. Nanti hasil autopsi akan kami sinkronkan dengan hasil penyelidikan dan keterangan saksi untuk menentukan penyebab pasti kematian korban," kata Made

(Lenie Tanjung)