Tekan Dampak Debu Proyek Tuparev, Pemkab Karawang Siapkan 5.000 Liter Air per Hari


KARAWANG – Tiraifaktanews.my.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, melakukan penyiraman air secara berkala di lokasi proyek pemeliharaan Jalan Tuparev untuk menekan dampak debu akibat pekerjaan bongkar-pasang paving block. Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, Rusman, mengatakan penyiraman dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang.

Menurut Rusman, sekitar 5.000 liter air disiapkan setiap hari untuk menyiram area di sekitar proyek. Penyiraman dijadwalkan pada malam hari ketika volume kendaraan mulai berkurang agar kegiatan tersebut tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.

“Penyiraman dijadwalkan pada malam hari saat volume kendaraan berkurang. Kegiatan ini dilakukan selama proyek pemeliharaan Jalan Tuparev berlangsung,” ujarnya di Karawang, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, penyiraman tersebut merupakan upaya untuk meminimalkan debu yang timbul selama pekerjaan perbaikan jalan, terutama saat material lama diangkat dan bagian hamparan diperbaiki sebelum dipasang kembali dengan material baru.

Perbaikan Sepanjang 502 Meter, Anggaran Rp597 Juta

Proyek pemeliharaan Jalan Tuparev mencakup perbaikan paving block yang rusak di sejumlah segmen. Pekerjaan dilakukan melalui tahapan pembongkaran material lama, perbaikan bagian dasar atau hamparan, hingga pemasangan material baru.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, pekerjaan tersebut mencakup ruas sepanjang 502 meter dengan lebar 15 meter. Pemerintah Kabupaten Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp597,132 juta dari APBD Kabupaten Karawang untuk pelaksanaan proyek tersebut.

Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, terhitung sejak 31 Agustus hingga 29 Oktober 2026.

Pemeliharaan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan Tuparev, salah satu ruas jalan perkotaan di Kabupaten Karawang.

Meski demikian, selama pekerjaan berlangsung, pengendalian debu tetap menjadi perhatian penting. Penyiraman secara berkala diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap warga, pengendara, maupun pelaku usaha di sekitar lokasi proyek.

Pertahankan Karakter Jalan Tuparev

Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa perbaikan Jalan Tuparev tetap mempertahankan penggunaan paving block sebagai bagian dari karakter khas kawasan tersebut.

Menurut Aep, material paving block memiliki kelebihan dari sisi pemeliharaan. Apabila terjadi kerusakan pada bagian tertentu, perbaikan dapat dilakukan secara parsial tanpa harus membongkar dan melakukan pengecoran atau pembetonan terhadap seluruh badan jalan.

Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Karawang mempertahankan material paving block dalam pemeliharaan Jalan Tuparev. Selain menjaga fungsi jalan, kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya mempertahankan identitas kawasan perkotaan yang memiliki ciri khas tersendiri.

Pengendalian Dampak Tetap Menjadi Perhatian

Pelaksanaan proyek infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir berupa jalan yang lebih baik, tetapi juga bagaimana pekerjaan dilakukan tanpa menimbulkan gangguan berlebihan bagi masyarakat.

Karena itu, efektivitas penyiraman, ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, serta pengendalian debu di sekitar lokasi menjadi aspek yang perlu diperhatikan selama proyek berlangsung.

Dengan jadwal penyelesaian yang ditetapkan hingga 29 Oktober 2026, masyarakat berharap pemeliharaan Jalan Tuparev dapat berjalan sesuai target, menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik, dan tetap memperhatikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.


(Lenie Tanjung)