Industri Karawang Kewalahan, Pemadaman Listrik Ganggu Jam Produktif

Ilustasi Gardu Listrik
 Bermasalah (Internet)


Karawang  — Tiraifaktanews.my.id  Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Karawang dalam dua pekan terakhir mulai mengganggu aktivitas dunia usaha dan sektor industri. 

Pelaku usaha menilai pemadaman yang terjadi pada jam produktif berdampak langsung terhadap operasional dan produktivitas perusahaan.

Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Karawang, David, mengatakan gangguan listrik yang berlangsung selama beberapa hari terakhir telah dikeluhkan banyak pelaku usaha di daerah tersebut. 

Menurutnya, sektor industri menjadi pihak yang paling terdampak karena sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Ia menjelaskan, gangguan tersebut tidak hanya menghentikan proses produksi, tetapi juga berdampak pada layanan kepada pelanggan hingga potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas operasional. 

Listrik merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas ekonomi. Karena itu, setiap pemadaman seharusnya dapat dikomunikasikan lebih awal dan dijadwalkan pada waktu yang tidak mengganggu jam kerja produktif.

“Para pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun dampaknya terhadap kegiatan usaha perlu diperhatikan, termasuk komunikasi yang lebih baik agar tidak merugikan dunia usaha,” ungkapnya, Minggu (21/6/2026). 

Ia menyoroti pemadaman selama tiga hingga lima jam pada rentang waktu 08.00–15.30 WIB sangat mengganggu aktivitas industri dan produksi di Karawang.

PLN Sebut Pasokan Batu Bara Jadi Penyebab
Pemadaman Bergilir Jawa, PLN Sebut Dua Pembangkit Gangguan, Bahlil Akui Ada Masalah Pasokan Batu Bara

HIPMI Karawang mendorong adanya evaluasi terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menekan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Sementara itu, pemadaman bergilir dilaporkan masih terjadi di sejumlah titik di Karawang dengan pola rotasi selama dua pekan terakhir. Dalam sehari, terdapat lebih dari sepuluh titik pemadaman dengan durasi rata-rata tiga hingga lima jam.

Pemadaman tersebut tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga menyasar kawasan industri, perkantoran, layanan publik, hingga fasilitas kesehatan. 

Pihak PLN setempat menyampaikan permohonan maaf dan menyebut gangguan terjadi akibat kendala teknis pada pembangkit yang berdampak pada penurunan kapasitas pasokan listrik. 

(Lenie Tanjung)